Cara Beli Reksadana BRI Untuk Investasi Bagi Pemula

Posted on

Beli reksadana BRI adalah alternatif bagi pemula yang memiliki modal kecil dan belum tahu secara mendalam mengenai investasi saham BRI. Reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang kemudian diinvestasikan ke portofolio investasi dan dikelola oleh manager investasi. Secara gampangannya, kita sebagai investor iuran untuk investasi kemudian dikeloka sama kelompok/badan usaha resmi yang ahli dalam investasi. Kita tinggal menunggu hasilnya dari investasi tersebut.

Berbeda dengan investasi saham, kita sebagai investor saham harus mengelola sendiri saham tersebut. Untung rugi kalian juga yang menanggung semuanya. Kalau untung ga dibagi bagi, kalau rugi juga demikian. Sementara reksadana, semua pengelolaan diserahkan full kepada manager investasi. Resiko rugi dan keuntungan lebih sedikit. Namun ada biaya pengelolaan pertahun untuk manager investasi.

reksadana BRI

Dari sisi modal, reksadana lebih terjangkau karena minimal pembelian reksadana lebih murah dibandingkan saham. Pada Saham BRI, minimal pembelian 1 lot yang terdiri 100 lembar. Dengan minimal tersebut, mungkin bisa jutaan rupiah. Kalau di reksadana BRI bisa mulai investasi mulai dari 100 ribu, bahkan 10 ribu tergantung agen atau broker reksadana yang menjual.

Jenis Jenis Reksadana BRI

Dilihat dari segi portofolio investasi, reksadana terbagi menjadi empat jenis, antara lain :

  • Reksa Dana Pasar Uang merupakan jenis Reksa Dana yang hanya melakukan investasi pada Efek bersifat Utang dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Bentuk instrumen investasi berupa deposito berjangka, sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU). Tujuan reksadana pasar uang adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.
  • Fix Income fund atau Reksa Dana Pendapatan Tetap adalah reksadana yang sekurang-kurangnya menempatkan 80% investasi dalam bentuk Efek bersifat Utang. Reksa Dana ini memiliki risiko yang relatif lebih besar dari Reksa Dana Pasar Uang. Reksadana ini menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil, namun juga memiliki resiko yang lebih besar dari pasar uang.
  • ReksaDana Saham adalah jenis Reksa dana yang fokus penempatan investasinya dalam bentuk Efek bersifat Ekuitas atau saham. Jenis ini memiliki tingkat pengembalian tinggi, namun juga memiliki resiko yang tinggi dibanding dua jenis sebelumnya.
  • Discretionary Funds atau Reksa Dana Campuran, jenis Reksa Dana jenis yang melakukan investasi dalam bentuk Ekuitas dan Efek bersifat Utang dengan kompoisi sesuai profil investor.

Tempat Beli Reksadana BRI

Beli reksadana BRI tidak bisa sembarang tempat. Beli reksadana harus di unit BRI yang memiliki izin APERD. APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana) merupakan sebutan bagi institusi atau perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pemasaran reksa dana dan mengelola investasi yang masuk. APERD ini bisa berupa perusahaan Manajer Investasi (MI), Bank, Perusahaan Efek, Sekuritas atau Finansial teknologi. Jadi selain unit Bank BRI, Anda bisa membeli di perusahaan lain yang memiliki izin APERD, Misal aplikasi bibit, Indopremier, Tanamduit dll.

Namun bagi yang asing dengan perusahaan penjual reksadana yang disebut atas. Anda bisa ke unit BRI yang memiliki izin APERD. Biasanya ada satu atau kota di tingkat kabupaten dan kota, yang letaknya di kantor pusat daerah. Anda bisa menanyakan terlebih dulu ke satpam sebelum mengantri, apakah di unit BRI bisa beli reksadana BRI. Adapun syarat yang harus kalian bawa : Fotocopy KTP/SIM serta NPWP, dan Buku Tabungan

Cara beli Reksadana BRI

  1. Calon Investor bisa datang ke unit kerja BRI yang memiliki ijin APERD terdekat
  2. Melakukan pengisian beberapa formulir : Formulir pengajuan pembelian Reksa Dana, Formulir Profil Risiko Investor dan Surat Pernyataan Paham atas Risiko Produk Investasi
  3. Pengisian Formulir harus dihadapan langsung dengan Tenaga Pemasar yang sudah memiliki izin WAPERD (Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana)
  4. Calon investor membaca dan memahami Prospektus Reksa Dana dengan seksama, kalau belum jelas bisa bertanya kepada tenaga pemasar
  5. Calon Investor memilih produk yang akan dibeli / dijual dengan mengisi: Formulir Transaksi Layanan Investasi, Reksadana Pasar Uang/Saham/Campuran atau pendapatan tetap
  6. Jika sudah selesai, Pihak Bank BRI akan memproses pembelian reksa dana
  7. Surat Konfirmasi Transaksi dan Bukti Kepemilikan Unit Penyertaan Investor diterbitkan oleh Bank Kustodian yang akan menyimpan aset atau kekayaan reksa dana. Dokumen ini diterima oleh investor setiap kali melakukan pembelian atau penjualan paling lambat 7 hari kerja setelah transaksi berhasil.

NOTE : Surat konfirmasi transaksi berisi keterangan nilai bersih, Nilai Aktiva Bersih per unit (NAB/unit) atau harga pembelian, jumlah Unit Penyertaan yang ditransaksikan (dibeli atau dijual) dan saldo akhir.

Daftar isitilah :

  • Bank Kustodian, yaitu Bank yang akan menjadi tugas sebagai administrator, pengawas, dan menjaga aset reksa dana sehingga terjamin keamanannya.
  • Prospektus, yaitu informasi gabungan antara profil perusahaan dan laporan tahunan.

Simpulan

Begitulah gambaran ketika kalian beli reksadana BRI di unit BRI. Kalau menurut pribadi penulis, itu agak merepotkan. Karena harus ke kantor dan berhadapan dengan tenaga pemasar. Berbeda ketika penulis menggunakan aplikasi IPOTgo dari Indo premier sekuritas dan Aplikasi bibit. DI aplikasi tersebut, pembelian reksadana sangat mudah. Fiturnya lengkap dan mudah dipahami oleh pemula. Mungkin lain kali akan saya bahas dilain artikel tentang reksa dana di bibit atau IPOTgo.

Reksadana BRI termasuk dari reksadana terbaik, sehingga banyak calon investor yang membelinya. Anda bisa membelinya dengan mudah dan dengan modal yang terjangkau. Tanpa perlu mengelolanya seperti saham. Selain Reksadana Ada reksadana BCA, Mandiri, Telkomsel dan Unilever yang bisa anda beli di portofolio investasi lain. Sekian, semoga bermanfaat.

Gravatar Image
Penunggu senja yang sesekali ngopi untuk teman membaca.